Sebarkan berita baik ini

At Ihsander

Mustofa Romdloni
Pegiat TDA Bekasi

Saya masih ingat dahulu, semasa masih menjadi karyawan sambil belajar menjalankan usaha sendiri, ada waktu-waktu yang cukup berat, ketika jam istirahat dan harus berkumpul dengan teman-teman sesama karyawan untuk makan bareng di kantin kantor.

Saya bilang cukup berat, karena berkumpul dengan teman-teman tersebut akan banyak berbicara tentang hal-hal negatif, terutama terkait intrik-intrik politik di perusahaan, gosip-gosip tentang gaji, bos, karyawan lain dan gosip-gosip lain yang biasa dibahas karyawan. Bukan hanya berisi fikiran negatif yang membuat tidak semangat, tetapi juga bisa merusak pola pikir saya yang sudah cukup mantap untuk memilih jalur pengusaha sebagai pilihan.

Akhirnya saya merubah kebiasaan, dengan cepat-cepat menyelesaikan makan di kantin kantor dan segera ke ruangan untuk membaca buku entrepreneurship, sales atau pengembangan diri, atau membaca portal-portal internet tentang kewirausahaan, termasuk blog Pak Badroni Zuyirman founder komunitas TDA tentunya.

Mengapa menjaga pikiran positif dan semangat entrepreneurship ini begitu penting ? Waktu itu dalam suatu seminar pengembangan diri, saya mendengar nasehat bahwa 5 tahun dari sekarang, kita akan menjadi apa, sangat tergantung pada buku yang kita baca, apa yang kita dengar dan dengan siapa kita bergaul saat ini. Termasuk dengan siapa 5 orang terdekat, dimana paling banyak kita menghabiskan waktu, akan sangat menentukan masa depan kita.

Bahkan Dr. David Mc Clelland dari Harvard dalam bukunya The Achieving Society, menulis bahwa, “kelompok rujukan” yang negatif semata sudah cukup untuk membawa seseorang menuju kegagalan dalam hidupnya. Kelompok rujukan adalah orang-orang disekitar kita, di mana kita bergaul dan terlibat dalam banyak kegiatan.

Sebegitu pentingnya memilih teman bergaul ini, seperti diungkapkan motivator dan pelatih sukses dunia, Zig Ziglar, “Anda tidak dapat terbang bersama rajawali jika Anda terus-menerus mengais bersama ayam.”

Jika lingkungan dan kebiasaan kita adalah mengais bersama ayam, siapkah kita mencari teman-teman baru, bacaan-bacaan baru, serta kaset dan gelombang radio baru ?

Belajar dengan bergaul orang-orang positif, dan memiliki tujuan hidup jelas yang sudah berproses untuk meraihnya dan memiliki kebajikan untuk kita ikuti secara kreatif, bukankah cara belajar terbang bersama rajawali ?

Mustofa Romdloni
MR Corporation
@tofazenith


Sebarkan berita baik ini