In Uncategorized

Tips Menghitung Zakat

“Seandainya manusia cukup memakan apa yang dia tanam di muka bumi sebetulnya tidak ada lagi orang yang kelaparan di muka bumi ini. Uang bukan lah segalanya, itu hanya sarana transaksi tapi semuanya yang menjadikan adalah Allah, di saat manusia berbuat dzholim dengan mengeksploitasi pekerja dan harga maka di situ terjadinya kemiskinan, yang paling menderita adalah orang orang di bawah yang dimana mereka selalu di kejar untuk membayar bunga tersebut maka di sini terjadilah kemiskinan secara struktural. Dalam sistem Allah segala hal itu seimbang, ada yang memang miskin karena memang dia lemah dan ada yang membantu orang yang miskin tersebut, bukan miskin karena di buat oleh sistem kapitalis. Zakat merupakan sistem dari Allah untuk mengayomi yang miskin dengan cara yang baik dan benar, bukan dengan cara memanfaatkan lalu di berikan. Dalam sistem Allah, membayar zakat tidak akan menjadikan seseorang menjadi miskin, dari zakat ini salah satu gunanya adalah untuk membersihkan harta. Dari perhitungannya pembayaran zakat adalah 2,5%  dan harus jujur dalam melakukan pembayaran terlebih lagi harus presisi dalam hitungannya tidak boleh di kurangi atau di tambahkan. Jika tidak di bayarkan dengan benar maka akan di minta pertanggung jawabannya di alam selanjutnya.” – 

Ada 6 kondisi harta yang harus di zakatkan. Pertama, harta milik penuh, harta yang dapat berkembang atau bergerak, cukup batasan kalau tabungan 1 tahun kalau dari gaji berdasarkan batasnya dengan batasan 522 kg beras kalau lebih dari situ penghasilannya maka wajib untuk membayar zakat, lebih dari kebutuhan pokoknya, yang berikutnya tidak punya utang yang sampai batasanya, telah menyimpanya setelah satu tahu. Sebagai contoh pengusaha punya aset usaha di kurangi dengan hutang ketemu total dengan nilai aset maka itu kalikan 2,5% itulah zakat yang wajib dia bayarkan. Zakat harus di bayarkan setelah hutang di bayar, dengan rumus total kekayaan di kurangi hutang menghasilkan total duit bersih di kalikan 2,5 persen maka keluarlah uang yang harus di bayarkan zakatnya.

Zakat sendiri di bagi menjadi dua yaitu, zakat fitrah Ini adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Muslim menjelang hari raya Idul Fitri atau selam bulan Ramadan saja. Zakat ini dapat dibayarkan setara 3,5 liter (2,5 kilogram) makanan pokok dari tiap daerah yang mengeluarkan dan menjalankan zakat tersebut, seperti beras bagi penduduk Muslim di Indonesia. Zakat maal berlaku untuk harta kekayaan yang dimiliki seorang muslim dengan rumusan sebagai berikut: Zakat Maal = 2,5% X jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun., zakat maal modern adalah profesi, simpanan, investasi, saham,undian, hadiah.

Berikut berbagai tips bagaimana cara menghitung zakat perdagangan yang pertama adalah tiga kali dua yang di maksud adalah ( modal yang di putar+ untung+ piutang yang dapat di cairkan) – ( hutang dan kerugian) X 2,5%, yang berikutnya adalah tentukan haulnya atau waktunya yang tepat dengan menggunakan kalender hijriah. Misal dalam tanggal 1 bulan muharrom perusahan kita bakalan membayarkan zakat jika mau di keluarkan satu tahun sekali boleh jika mau di keluarkan perbulan juga boleh tetapi harus di catatkan dengan baik dan benar, menghitung dengan cermat bagaimana perputaran dan total harta setelah di kurangi dengan hutang, Nishab atau batasan dalam hal perdagangan disamakan dengan zakat emas  dengan nishab 85 gram emas, jika sudah lebih dari nishab atau batasanya maka di wajibkan untuk membayarkan zakat dengan perhitungan 85gram emas di totalkan menggunakan harga emas pada saat ini. 

Melalui  ACT ( Aksi Cepat Tanggap ) program global zakat telah menyiapkan siapa saja yang berhak untuk menerima zakat. Salah satu target adalah guru honorer karena menurut data yang kita terima guru honorer hanya di gaji sangat rendah. Memberikan bantuan dalam bentuk insentif atau program pangan, menjamin guru tidak kekurangan dalam mengajarkan ilmu kepada siswa. Berikutnya adalah sahabat Da’I Indonesia untuk mereka yang mengajarkan agama islam sampai keplosok Indonesia dan selanjutnya adalah kepada orang orang yang mengalami bencana.