Sebarkan berita baik ini

Pernah mengalami kehabisan cash padahal omset usaha besar? Tidak ada dana pada saat mau membeli inventori usaha ? Jika anda mengalaminya berarti ada yang salah di usaha anda, dana cash merupakan dana yang wajib ada, karena dana cash seperti darah dalam tubuh, pada saat dana cash tidak ada maka akan mengganggu kesahatan bisnis anda.

Penyebab dana cash tidak ada bisa jadi karena anda lupa untuk menghitung berapa sebetulnya keuntungan yang bisa di nikmati, sebagai ilustrasi misalkan anda membeli produk hijab dari grosir seharga Rp. 20.000 kemudian anda menjual ke konsumen dengan harga Rp. 25.000, dengan begitu anda mendapat keuntungan kotor sebesar Rp. 5000, setelah di hitung ternyata dana yang di keluarkan untuk operasional dan gaji karyawan sebesar Rp. 3000, jadi keuntungan bersih yang bisa di gunakan sebesar Rp. 2000, agar usaha anda tetap tumbuh usahakan untuk menyisihkan 20-30 % dari keuntungan bersih. Perlu di ingat agar cashflow tetap terjaga dengan baik  uang modal yang di gunakan untuk membeli produk dari grosir tadi wajib anda kembalikan ke dalam kas dan tidak boleh anda gunakan, dengan begitu dana cash akan tetap terjaga.

Yang sering di lakukan oleh  pebisnis terutama pemula adalah lupa memisahkan antara uang pribadi dan perusahaan, ketika mendapatkan penjualan biasanya dianggap sebagai uang pribadi yang bisa di gunakan  padahal sebetulnya di dalam hasil penjualan tersebut ada uang modal yang harus di kembalikan ke dalam kas perusahaan.

Selengkapnya mengenai tips menjaga cashflow bisa anda simak melalui video berikut ini :


Sebarkan berita baik ini