Sebarkan berita baik ini

Mustofa

Mustofa Romdloni

Di hari terakhir menjelang tahun baru 2014 ini, saya akan menulis untuk mengingatkan saya sendiri dan mungkin juga teman-teman sebagai bahan bakar untuk menggerakkan dan membangun bisnis kita masing-masing.

Bahwa kita seringkali menetapkan tujuan di akhir tahun, untuk jangka satu, lima, atau sepuluh tahun yang akan datang. Memang ini penting dan mengasyikkan, tapi satu kalimat dari Thomas Edison yang patut kita simak adalah “ Visi tanpa eksekusi hanyalah halusinasi “.

Ternyata orang-orang sukses, tidak puas dan terjebak pada tujuan-tujuan mereka, tetapi mereka adalah orang yang sangat senang mengeksekusi dan melakukan pekerjaan mereka sampai selesai.

John Mc Afee pendiri perusahaan anti virus komputer terbesar dan juga orang terkaya di kota Rodeo New Mexico, dalam buku The Richest Man in Town dia berujar “Saya belum pernah mengembangkan sebuah rencana bisnis. Saya belum pernah membuat sebuah perkiraan penjualan, analisis kompetitif, analisis pemasaran, atau jadwal pengembangan produk, hal-hal tersebut tampak mubazir bagi saya dalam proses pengembangan sebuah produk dan mendapatkan keuntungan dari produk tersebut”.

Konon Jim Oelschlager, pemilik Akron’s Oak Associates perusahaan tersukses di Oklahoma, juga membangun perusahaan yang berkembang pesat, tanpa perencanaan bisnis. Dia pernah menyampaikan bahwa “Saya tidak pernah menulis sebuah rencana bisnis, rencana bisnis saya adalah menjawab telepon jika berdering.”

Memang pengalaman para praktisi sukses ini sering kali berbeda dengan yang diungkapkan oleh para pakar “pengamat” bisnis sukses yang biasanya punya metode dan ilmu yang sangat terstruktur dan njelimet, tentang perlunya sebuah rencana bisnis untuk menjadikan bisnis yang berhasil.

Masalahnya dengan berfokus pada rencana bisnis kita sendiri, seringkali membuat kita egois dan menjadi tidak nyambung dengan rencana pelanggan yang menjadi unsur utama pertumbuhan bisnis kita. Sehingga sebuah nasihat yang patut kita cermati adalah: Jika kita berfokus pada tempat yang ingin kita tuju, daripada tempat yang ingin dicapai para pelanggan kita, maka kita akan gagal dengan menyedihkan.

Ternyata seberapa canggih rencana bisnis kita akan tidak ada artinya, jika kita tidak menerapkan prinsip bahwa kemajuan adalah jika kita terus melangkah setiap hari, bahwa berusaha berbuat yang terbaik di hari ini, dan melakukan eksekusi setiap hari.

Diantara hebatnya rencana bisnis, pada akhirnya prinsip sukses klasik lah yang harus kita lakukan menuju kesuksesan yakni, “Kesuksesan tidak akan datang dari Apa yang kita rencanakan atau bayangkan, kesuksesan datang dari apa yang kita lakukan setiap hari.”

Hari-hari belakangan ini, saya pribadi dipaksa membuat rangkuman rencana bisnis dari perusahaan kami, yang harus dipaparkan ke pihak ketiga, karena adanya kebutuhan pendanaan yang cukup besar untuk pengembangan usaha. Membuat rencana bisnis tersebut, bukan hanya sekedar membuat proyeksi-proyeksi dan angka-angka yang mengasyikkan. Tetapi lebih terasa  dan terlihat dengan jelas, seberapa banyak kerja yang harus kami lakukan untuk mewujudkannya.

Pada akhirnya kalimat penutup yang cukup tajam untuk kita ingat adalah: Jangan hanya menetapkan tujuan, segera eksekusi atau kita yang akan dieksekusi !

Karena visi tanpa eksekusi hanyalah halusinasi.

 

 

Mustofa Romdloni
MR Corporation
Penulis buku “Sederhana tapi Dahsyat”
Silakan follow @tofazenith

 


Sebarkan berita baik ini