Sebarkan berita baik ini

Tukang sayurSebelumnya saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436H, Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga kita semua meraih kemenangan yang sesungguhnya.

Kegiatan pulang kampung, selalu menyisakan banyak hal yang mengesankan untuk saya. Salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh tukang sayur keliling yang menjadi langganan ibu saya dan para tetangganya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Tukang sayur yang berkeliling dengan motor ini memiliki strategi yang unik, brilian dan mengesankan untuk ukuran usaha yang tampak sederhana.

Berkeliling menyambangi pembeli tentu memudahkan pelanggannya, sehingga tidak perlu usaha ekstra pergi ke pasar atau warung yang memakan waktu dan biaya.

Tetapi yang lebih menarik adalah, bagaimana jurus untuk membuat Ibu saya dan para pelanggan makin setia. Adalah saat menjelang lebaran, si abang tukang sayur yang ramah dan rajin tersenyum ini memberi kesempatan kepada ibu-ibu pelanggan untuk memilih satu beragam hadiah gratis yang disediakan. Baik itu panci untuk merebus, wajan penggorengan dan beragam peralatan dapur.

Di masa Lebaran, ketika para penjual di pasar telah mencoba meraih keuntungan lebih dengan menaikkan harga daging hingga 120 ribu rupiah per kilo nya. Abang tukang sayur tetap menjual dengan harga 103 ribu per kilo. Ketika Ibu saya bertanya “Kok harga dagingnya tidak dinaikin, seperti di pasar ?” si Abang dengan santai menjawab “Lha biar ibu tetap setia jadi pelanggan saya”. Harga yang dijaga rendah ini juga berlaku untuk dagangan yang lain, seperti tahu, tempe, telur dll.

Hasilnya tentu bisa ditebak, pelanggannya kian setia dengan abang tukang sayur ini, terbukti dengan tas yang dia tenteng cukup penuh dengan lembaran-lembaran rupiah.

Saya yang menyaksikan hal ini tertegun dan merasa diberi teguran keras, bagaimana memberi service excellent sudah dilakukan dengan manisnya oleh abang tukang sayur yang punya latar belakang ala kadarnya, tidak belajar dari artikel, buku-buku ataupun seminar marketing terkini. Semuanya mengalir mengikuti panggilan hatinya untuk membuat pelanggan puas, bahagia dan terus jatuh hati padanya.

Melihat yang dilakukan abang tukang sayur ini, sayapun teringat pesan guru bisnis dan manajemen dunia, Peter Drucker yang mengatakan, “To satisfy the customer, is the mission and purpose of every business.”

 

Mustofa Romdloni
@tofazenith
Presiden TDA
CEO MRCorporation
www.mrcorp.co.id

kolom/presiden/juli2015


Sebarkan berita baik ini