Sebarkan berita baik ini

Bisnis melalui Facebook merupakan media yang cocok untuk digunakan bagi para ibu-ibu rumah tangga yang membutuhkan penghasilan tambahan. Namun, perlu diperhatikan bahwa bisnis ini membutuhkan proses branding dan tidak bisa langsung sukses dan berhasil dalam satu waktu. Fenomena ini pun menjadi topik yang dibahas dalam webinar online TDA bersama narasumber Lita Budiarti Pamungkas yang merupakan seorang distributor Orlin Indonesia.

Lita Budiarti Pamungkas merintis wirausahanya dengan memilih untuk resign dari sebuh lembaga zakat. Asal mula beliau berbisnis di Facebook pun disebabkan oleh desakan ekonomi. Kemudian beliau berfikir “bagaimana Saya bisa menghasilkan pendapatan selama di rumah dan sekaligus mengatur keluarga?” pertama-tama beliau berdagang jilbab melalui BBM dari orang ke orang. Kemudian muncul pertanyaan kembali “bagaimana Saya bisa meningkatkan penjualan dengan ranah yang lebih lebar?” dari sana beliau kemudian tercetus ide untuk berjualan melalui Facebook. Pada awalnya beliau tak tahu bagaimana cara berjualan melalui Facebook. Namun, dengan sifatnya yang rapi dan terorganisir, muncul lah ide untuk mengategorikan barang dagangnya (jilbab) pada setiap album yang berbeda di akun Facebooknya. Selain berjualan jilbab, beliau juga berjualan asinan yang awalnya berada di depan studio foto milik sang suami dan kemudian didagangkannya pula lewat Facebook. Pernah pada suatu hari, asinannya tidak laku sama sekali. Namun, beliau memahami bahwa untuk menjual suatu produk membutuhkan waktu yang bertahap. Akhirnya seiring berjalannya waktu, asinan yang beliau dagangkan pun laku baik secara online maupun langsung di toko.

Titik balik yang digunakan Lita dalam berbisnis melalui Facebook secara profesional adalah di saat beliau berkeinginan untuk membeli rumah sendiri. Beliau pada saat itu berkeinginan untuk meminjam uang pada salah satu teman yang mana nantinya akan menjadi mentor bisnisnya selama berbisnis melalui Facebook. Pada saat itu, teman beliau memutuskan untuk memberikan sejumlah barang yang bernilai sama dengan jumlah uang yang ingin dipinjam oleh Lita. Barang yang diberikan padanya pun berupa tikar lipat yang harus terjual habis selama 1 minggu. Beliau kemudian bingung mencari cara untuk menjualnya. Dari kebingungan itu, teman beliau pun kemudian mengajarkan Lita Budiarti untuk membangun kiat-kiat yang bagus dalam berbisnis di Facebook.

Teradapat 2 teknik marketing menarik yang didapatkan oleh Lita Budiarti. Pertama teknik marketing langit dan kedua adalah marketing bumi. Marketing langit disini dijelaskan sebagai bagaimana relasi beliau dengan suami. Pada saat itu beliau disarankan untuk memperbaiki hubungan dengan suami yang berjalan tidak cukup baik. Beliau kemudian menjelaskan lebih rinci bahwa teknik marketing langit di sini pada intinya bagaimana relasi kita sebgai individu dengan anggota keluarga yang lain. Lebih lengkapnya, Lita Budiarti menjelaskan bahwa ketika kita memiliki hubungan yang baik dengan suami dan orang tua maka ridho tuhan pun akan menyertai kita dalam berbisnis. Selanjutnya, marketing bumi yang dimaksud adalah fokus kita dengan orang di sekitar kita dan bagaimana bisa menjual produk yang kita miliki dengan baik.

Ada beberapa kiat untuk melakukan marketing bumi tersebut, pertama fokus untuk menjual satu produk tanpa menambah produk-produk lainnya. Contoh, jika kita berfokus pada food & beverages maka kita hanya perlu berfokus ke itu saja jangan berfokus ke home décor. Kedua, bagaimana teknik marketing kita itu stand out dan bisa menjual. Ketiga, mengamati bagaimana orang-orang yang menjual produk yang sama dengan kita, bagaimana cara marketingnya, keunggulan dan kekurangan produk, dan bagaimana caranya kita bisa lebih unggul daripada mereka. Keempat, service excellence berarti bagaimana kita bisa memberikan servis yang terbaik bagi customer. Contoh, fast response, sharing product knowledge, dan pengiriman yang rapi dan cepat. Kelima, menjaga pelanggan kita, karena untuk mendapatkan satu pelanggan membutuhkan proses yang lama, tapi sangat cepat untuk kita mengilangkan pelanggan jika kita memberikan kesan yang buruk. Keenam, melakukan iklan dan up selling. Ketujuh, mencari mentor, bagi yang melakukan bisnis yang baru akan lebih baik jika mencari mentor yang berpengalaman agar dapat melakukan bisnis dengan cara yang baik.

Teknik marketing yang kemudian dilakukan oleh Lita Budiarti selain melakukan beberapa hal di atas adalah dengan menjadikan para member di Facebook nya menjadi re-seller. Setelah itu, beliau juga membuat katalog produk sendiri tanpa menggunakan bahan dari luar dan memposting di waktu yang tepat. Beliau menekankan bahwa penting untuk mengetahui dimana sajakah yang prime time untuk melakukan marketing. Siklus marketing yang baik menurut Lita Budiarti adalah yang pertama, bagaimana mendapatkan pembeli dengan cara apapun. Kedua, ubah mereka untuk menjadi pelanggan dengan cara apa pun. Ketiga, buat mereka datang lebih sering dengan cara apa pun. Keempat, buat belanja lebih sering dengan apapun caranya. Kelima, jadikan mereka menjadi super sales (re-seller) bagaimanapun caranya. Kelima teknik di atas jika diimplementasikan dengan baik akan berujung dengan meningkatnya loyaitas pembeli dan meningkatnya pula kuantitas yang akan terjual dari produk yang kita dagangkan.

Market “emak-emak” di Facebook yang diperhatikan oleh Lita Budiarti, dirasa cenderung memilih produk dengan harga paling murah. Hal tersebut pun bisa dijadikan sebagai bahan promosi agar dapat menarik pelanggan lebih banyak. Seperti penggunaan promo buy one get one atau menawarkan menjadi re-seller dan akan mendapatkan harga spesial. Degan memiliki siklus marketing tersebut, akan mempemudah dalam penjualan produk.


Sebarkan berita baik ini