Sebarkan berita baik ini

MobileMktgSaat ini keberadaan smartphone tidak bisa lagi dipisahkan dari gaya hidup masyarakat. Termasuk untuk melakukan belanja online, menggunakan smartphone sudah menjadi trend. Ini merupakan peluang bagi pebisnis untuk melakukan marketing mobile.

Tetapi bagi pelaku bisnis kecil marketing mobile terkadang masih membingungkan. Di satu sisi mereka ingin mempromosikan produknya, tetapi di sisi lain harus tetap menjaga agar tidak dianggap sebagai spam.

Bagaimana melakukan Marketing mobile yang efektif? Berikut ini ada 6 tips yang bisa dijadikan referensi untuk melakukan marketing mobile:

1.    Fokus pada customer
Memastikan bahwa target customer kita memang orang-orang yang selalu terhubung dengan perangkat mobilenya (smartphone). Pastikan website bisnis kita mudah diakses oleh pengguna smartphone. Hindari hal-hal yang membuat customer kesulitan untuk melakukan pembelian, contohnya, website sulit diakses menggunakan smartphone dengan layar yang relatif lebih kecil, seperti display tidak tampil dengan benar.  Pastikan website kita ada contact info dan mudah untuk mencarinya pada display smartphone yang kecil. Tambahkan fitur  “Click to Call” dan “Click for Directions.

Pastikan bahasa marketing di dalam website menarik dan mudah terbaca pada layar smartphone. Optimize waktu loading jangan melebihi 3 detik, bila utk mengakses satu halaman lebih dari 3 detik maka customer akan meninggalkan website kita.

2.    Jangan terlalu memaksa
Marketing mobile sering juga disebut dengan “push technology” yang memungkinkan kita untuk selalu mengirimkan penawaran dan diskon kepada customer kita dengan tujuan untuk selalu menjaga hubungan dengan customer. Tetapi kita juga harus menghormati customer ketika mereka tidak ingin lagi dikirimi penawaran dan diskon. Kita jangan memaksakan untuk selalu mengirim penawaran yang sudah tidak diinginkan oleh customer.

3.    Hormati Privasi
Jangan mengirimkan pesan atau iklan pada orang-orang yang tidak ingin menerima, alih-alih mereka tertarik, yang ada malah mereka menganggap pesan marketing kita sebagai spam. SMS blast dengan tidak meminta ijin pada pemilik no handphone merupakan salah satu bentuk pelanggaran privasi.

Akan lebih baik bila kita menggunakan mobile marketing pada aplikasi berbasis lokasi yang bisa didownload oleh pemilik smartphone (calon customer). Bila calon customer tersebut mengaktifkan aplikasi maka iklan kita akan terkirim ke smartphone mereka.

4.    Berikan kupon diskon
Di supermarket biasanya, pihak supermarket bisa meminta data customer berupa nama, alamat dan No Hp, dengan cara mereka diberi kartu anggota dan setiap nilai yang dibelanjakan mendapatkan point yang bisa dibelanjakan kembali.

Hal tersebut bisa juga diadaptasi dalam mobile marketing, tidak hanya mengirimkan iklan tetapi juga menawarkan diskon belanja, memberitahukan tentang adanya SALE, memberikan kupon diskon, dan lain-lain. Dengan mengirimkn pesan kepada customer hal-hal yang bersifat gratis tentu customer tidak akan meganggap hal tersebut sebagai spam

5.    Integrasi
Marketing mobile harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari semua kegiatan marketing perusahaan bersama dengan email, penawaran langsung, dan iklan lainnya. Lacak dan identifikasi hasil dari tiap-tiap kegiatan marketing yang telah dilakukan, agar bisa dievaluasi cara marketing yang mana yang paling efektif.

6.    Buat pesan yang ringkas
Dibandingkan email,  mengirim pesan melalui smartphone memiliki tingkat keterbacaan oleh customer lebih tinggi. Tetapi pesan memiliki keterbatasan jumlah huruf yang bisa dikirim. Jadi kita harus membuat pesan yang ringkas dan efektif dalam keterbatasan jumlah karakter yang bisa dikirim.

Sumber: businessweek.com


Sebarkan berita baik ini