Sebarkan berita baik ini

core valuesAction members TDA…

Minggu lalu ada kejadian yg menarik buat saya. Seorang sahabat menyampaikan kepada saya, bahwa ketika membaca tulisan Pak Roni Yuzirman, founder TDA, dia teringat dengan percakapan yang pernah dilakukannya dengan saya. Menurutnya, meski saya dan pak Roni menyampaikan hal yang berbeda, tapi memiliki hal-hal penting yang sama, memiliki “DNA” yang sama.

Ketika Pak Roni menulis tentang menjalani hidup yang tidak perlu dibuat-buat dan berlebihan, di kesempatan lain kebetulan saya pernah menyampaikan bahwa sebagai pebisnis kita tidak perlu membungkus penampilan kita dengan sesuatu yang artifisial. Dua hal tersebut ternyata meski disampaikan berbeda, sebenarnya menggambarkan sebuah prinsip yang sama.

Saya menyebutnya, itulah kesamaan Core Values.

Core values atau nilai-nilai inti dalam sebuah organisasi, biasanya memang membentuk perilaku anggota-anggota nya. Yang pada akhirnya membentuk budaya organisasi.

Dan hal ini berlaku tidak hanya dalam organisasi seperti TDA. Bahkan sebenarnya terutama berlaku di dalam organisasi usaha. Disadari atau tidak, terumuskan atau tidak, Core Values akan ikut membentuk visi dan mewujud ke dalam perilaku tim sebuah organisasi bisnis. Baik organisasi usaha yang sudah pada tahap mature, maupun organisasi yang masih dalam tahap start-up
ataupun growing.

Apa pentingnya mengetahui Core Values usaha kita? Wah, kalau bagi perusahaan kelas dunia ini “segalanya”. Perusahaan seperti Zappos misalnya, menggunakan Core Values sebagai acuan dalam merekrut tim misalnya. Bagi Tim Zappos, merekrut tim sama seperti memilih Sepatu (mentang-mentang bisnisnya sepatu kali ya), kita mencari yang “pas” (fit). Pas apanya? Dalam hal ini
tentu saja pas Core Values nya.

Maklum budaya dan Core Values di Zappos seperti ditulis di buku “The Zappos Experience” memang rada-rada unik dibanding perusahaan lain. Lihat saja seperti: “Deliver WOW Through Service”, “Create Fun and A Little Weirdness” atau “Be Adventurous, Creative, and Open-Minded”…

Bayangkan kalau Zappos merekrut karyawan yang meski pandai, tapi tidak memiliki Value “create fun and a little weirdness” misalnya, tentu tidak akan pas bagi tim Zappos yg sudah ada.

Dalam buku tersebut ada 10 core values. Core values inilah yang membentuk budaya Zappos. Karenanya culture di sebuah perusahaan dapat diartikan sebagai “committed core values”.

Pertanyaannya adalah, bagaimana kita menemukan Core Values bisnis kita? Darimana sesungguhnya core values tersebut bersumber?

Ini yang menarik untuk dijawab.

Jangan-jangan sudah belasan tahun kita menjalankan usaha, belum pernah sekalipun terpikir untuk merumuskan, apa sesungguhnya Core Values usaha kita?

Atau kalaupun sudah merumuskan Values atau bahkan Culture, cukup meniru dari template, atau nyontoh dapet browsing dari internet. Hehehe.. semoga tidak ya.

Padahal sumber Core Values sebuah bisnis, seharusnya awalnya datang dari pendiri nya. Karena Core Values sebuah bisnis pada dasarnya adalah “perpanjangan tangan” dari Core Values yang diyakini dan dipercayai pendiri bisnis tersebut.

Contohnya begini, seseorang wanita yang menjalani hidup dengan Values “setiap wanita adalah cantik” tentu akan sangat total ketika menjalani bisnis terkait dengan kecantikan. Bahkan dia akan membangun layanan yang memperlakukan seluruh pelanggannya bak ratu kecantikan. Ketika merekrut timnya juga akan mencari orang-orang yang memiliki Value yang sama. Bisa dibayangkan, sinergi yang akan tercipta.

Namun bisa terjadi sebaliknya juga. Perpecahan bisa muncul karena perbedaan Values. Itulah mengapa, terkadang sebuah business partnership terpaksa harus berakhir, karena Values yang dianut para owner nya tidak sejalan.

Merumuskan Personal Values, yang nantinya menjadi dasar Core Values usaha Anda sebenarnya tidak terlalu sulit. Banyak teknik yang bisa dilakukan, namun saya menyarankan sebuah teknik sederhana berikut ini:

Pertama, coba bayangkan peristiwa yang pernah terjadi, yang menurut Anda merupakan “Moment of Glory” Anda. Misalnya Anda pernah berhasil membukukan penjualan terbesar dalam karir, mendapat penghargaan, menduduki posisi penting yang tdk semua orang bisa, dsb. Apapun itu, yang pada saat itu terjadi Anda merasakan “kemenangan”.

Sudah? Lalu tanyakan pada diri Anda: Values apa yang ada, yang lekat pada diri Anda, yang Anda laksanakan, pada saat peristiwa itu terjadi. Misal, saat itu Anda “Pantang menyerah”, “Proaktif”, dsb. Tuliskan paling tidak 3 Values.

Cukup? Tunggu, sekali lagi Anda coba bayangkan sebuah peristiwa. Namun kali ini adalah “Moment of Failure”, worst moment ini my life, atau semacamnya. Peristiwa kegagalan atau keterpurukan yg Anda masih ingat hingga sekarang.

Lalu tanyakan pada diri Anda: Values apa yang tidak ada pada diri Anda, ketika peristiwa itu terjadi. Values apa yang Anda abaikan, sehingga Anda terpuruk. Misal Anda waktu itu terpuruk karena mengabaikan “Kejujuran”, Anda melanggar “Integritas”, dsb. Tuliskan juga  minimal 3 Values.

Bilamana perlu lakukan berulang-ulang di kesempatan berikutnya, sehingga catatan Anda mulai penuh dengan hal-hal positif yg menggambarkan Values Anda. Dan saya yakin nantinya akan ketemu pola “itu-itu saja”, atau tema-tema sentral dari Value Anda. Beberapa Values mungkin bisa digabung dalan satu Value tunggal yang memayungi semua. Itulah Core Values Anda.

Ketika Values terumuskan dengan jelas, dan kemudian tersampaikan di organisasi Anda, maka Anda sudah memulai sesuatu yang luar biasa.

Dalam acara Kick Off KMB TDA Bandung sore tadi, saya juga sempat mengajak calon-calon peserta KMB untuk menemukan Values nya. Ini untuk memastikan bahwa langkah-langkah selanjutnya dalam membangun usaha, adalah perwujudan dari Values yang mereka percayai.

Anda bagaimana? Sudahkah menemukan Core Values Anda?

Salam melayani,


Fauzi Rachmanto

To activate greatness within me and the others.
fauzirachmanto.com | @fauzirachmanto | +628159701111


Sebarkan berita baik ini