Sebarkan berita baik ini

Mustofa R

Mustofa Romdloni

Beberapa waktu lalu, saya mendapat pesan bbm ( blackberry messenger ) dari seorang teman, yang menumpahkan kegundahannnya, intinya dia sudah menyatakan menyerah untuk berwirausaha, dan akan fokus menjadi karyawan profesional sampai mati. Kemudian saya balas dengan bercanda, bahwa kalau dia menjadi karyawan kan hanya sampai umur 55 tahun harus dipensiunkan, dan belum tentu langsung meninggal, belum lagi kalau perusahaan mem PHK kita.

Sebenarnya saya cukup memahami kegalauan teman saya ini, karena setelah mencoba berbagai macam usaha, yang konon malah sudah 9 tahun berjuang usaha ini itu, ternyata bisnisnya tidak membuahkan hasil dan harus ditutup, bahkan menyisakan tanggungan hutang yang lumayan.

Mendengar kisah teman ini, membuat saya teringat nasihat yang saya peroleh sejak saat-saat awal mulai belajar berbisnis belasan tahun lalu. Nasihat yang saya temukan dari buku The Cash Flow Quadrant karangan Robert Kiyosaki, salah satu kalimat penting dari Ayah kaya dalam buku itu adalah “Kau bisa setiap saat berhenti. Jadi, kenapa berhenti sekarang? Saya memutuskan menunda berhenti sampai saya berhasil mewujudkan ambisi saya.”

Salah satu kisah menarik yang sangat berkorelasi dengan nasehat di atas adalah tentang penambang emas Amerika di abad 19, R.U. Darby dan pamannya, awalnya mereka ini penambang yang beruntung menemukan sedikit emas yang bagus di suatu lahan, dan karena diperkirakan lahan itu berpotensi besar mengandung emas, maka mereka berinvestasi besar-besaran bahkan dengan berhutang kanan kiri untuk membeli mesin dan perlengkapan penambangan. Dan mulailah lahan digali, akan tetapi setelah beberapa pekan mereka bekerja keras menambang, ternyata mereka tidak menemukan emas. Kemudian mereka menyatakan berhenti, dan menjual dengan murah seluruh peralatan ke pedagang besi tua, dan mereka pulang kampung dengan naik kereta.

Pedagang besi tua ini punya ide, untuk meminta tolong insinyur yang berpengalaman untuk menganalisa dan menghitung lokasi emas di bekas lahan Darby, ternyata menurut insinyur itu, hanya sekitar satu meter lebih dalam, dari lokasi pengeboran Darby, sudah bisa ditemukan tumpukan emas. Setelah dilakukan penggalian, akhirnya sang pedagang besi tua menemukan emas dan kaya raya.

Kisah selanjutnya R.U Darby, bukan berdiam dan terbenam penyesalan kegagalan dalam menambang emas, tetapi dengan pelajaran berharga tersebut, dia terus memegang cita-cita untuk sukses, sampai akhirnya berhasil membangun bisnis asuransi bernilai jutaan dolar. Dia terkenal dengan kalimat yang sering dia ucapkan yakni “Aku memang berhenti satu meter dari tumpukan emas, tapi aku tak akan pernah berhenti hanya karena seseorang berkata ‘tidak’ saat aku menawarkan polis asuransi.

Mungkin perjuangan kita menjadi pengusaha terasa melelahkan, banyak mengalami rintangan dan kegagalan. Seringkali kita merasa ingin sekali menyerah dan menyesali kebodohan kita, karena banyaknya pengorbanan yang terasa sia-sia.

Saya pribadipun sering merasakan, banyaknya kekecewaan, frustasi, penyesalan di tengah banyaknya kegagalan dan sedikit kesuksesan, dalam tahun-tahun membangun bisnis. Berbagai macam bisnis pernah saya coba, les privat, MLM, ekspedisi pengiriman barang, berdagang sandal jepit, jaket kulit dan speaker aktif, warung ayam bakar, sampah plastik, sampai akhirnya memasuki usaha formal di bidang perdagangan dan manufaktur di industri plastik polimer. Kehilangan uang dari puluhan juta hingga milyaran pun pernah saya alami, ditipu teman, tagihan tidak dibayar pelanggan, serta dimanfaatkan pihak lain, adalah menu yang pernah saya nikmati.

Beberapa kali saya pernah kehilangan rasa percaya diri dan ingin menyerah, ketika harus menutup bisnis atau melihat diri tak kunjung menjadi pebisnis yang berhasil. Tapi uniknya, setelah istirahat beberapa minggu atau bulan, seringkali sambil duduk-duduk di teras rumah  menerawang di antara remang-remang langit malam, pikiran jernih saya muncul dan kembali mengingat tujuan dan impian-impian yang ingin saya raih dengan menjadi pengusaha sukses, serta penderitaan-penderitaan apa jika saya tidak mewujudkannya.

Pertanyaan berikutnya di benak saya yang selalu muncul adalah, “Saya bisa setiap saat berhenti. Jadi, kenapa berhenti sekarang? Kenapa saya tidak jalan terus dan berusaha mewujudkan cita-cita saya?”. Siapa tahu, ketika saya jalankan terus bisnis lama dengan cara-cara baru, atau membuka bisnis baru, tidak lama dari itu saya menemukan tumpukan emas, yang pernah R.U Darby tinggalkan hanya satu meter, dari posisi galian terakhir dimana dia menyerah.

Seperti yang pernah Kolonel Sanders alami dimana dia tidak berhenti menawarkan resep ayam gorengnya meski lebih dari 1.000 orang menolaknya, sebelum akhirnya KFC (Kentucky Fried Chicken) sukses. Atau Sylvester Stallone yang tidak berhenti mencoba menjual skrip meski di tolak hingga 1500 kali, sebelum akhirnya diterima, dan menjadi filem legendaris dengan judul ”Rocky”, atau kegigihan Thomas Edison yang mencoba hingga 10.000 kali bahkan pernah laboratoriumnya terbakar habis, sebelum lampu pijarnya berhasil menerangi dunia.

 

Mustofa Romdloni
@tofazenith
MR Corporation


Sebarkan berita baik ini