Sebarkan berita baik ini

mandateHari ini, dua tahun yang lalu, saya dikontak oleh mas FR (Fauzi Rachmanto, Presiden TDA 3.0) yang saat itu sudah definitif mengemban tugas sebagai presiden TDA 3.0. Saya diminta untuk mengisi posisi sebagai Direktur Pengawasan dan Kepatuhan di dalam kabinetnya, walau posisi awal yang ditawarkan jauh di atas itu. Ha ha ha. Aaaaaah. Sudahlaaaaah.

Sejak awal, saya sadar bahwa posisi itu adalah posisi yang mengkhawatirkan. Berbagai kepentingan dari pihak-pihak yang bermasalah, memungkinkan munculnya banyak ‘musuh’ terutama dari pihak-pihak yang merasa ‘terganggu’.

Visi dan misi awal keberadaan direktorat ini adalah menjaga keberadaan komunitas TDA sebagai high trust community. Tak bisa dibantah, sebagai komunitas pengusaha terbesar di Indonesia, TDA tidak bisa lepas dari berbagai kepentingan, baik di dalam maupun di luar organisasi.

Pemanfaatan posisi atau jabatan di komunitas level pusat maupun daerah, menjadi pemandangan awal saat saya menjalankan tugas. Beberapa pimpinan di wilayah, terbukti menghimpun sejumlah besar dana investasi untuk kepentingan bisnisnya. Terbukti, nama TDA cukup bertuah. Para investor dari kalangan anggota maupun di luar, lebih melihat lembaga TDA nya daripada figur pribadi. Dan saat bisnisnya gagal, TDA terkena imbasnya. Muncul ketidakpercayaan kepada lembaga.  Tulisan yang memojokkan TDA berkaitan dengan masalah ini, dengan mudah kita temui di dunia maya.

Salah satu pekerjaan dari Direktorat WasTuh, adalah memperjuangkan kepentingan anggota dengan tetap memperhatikan etika bisnis. Di belantara organisasi di Indonesia, sedikit sekali yang melakukan hal ini, karena potensi benturan dengan orang ataupun organisasi lain.

Pengaduan dari anggota yang merasa dirugikan oleh pihak lain di dalam dan di luar TDA, ditindaklanjuti dengan serius, diinvestigasi dan dimediasi untuk diselesaikan. Kemauan masing-masing pihak untuk menyelesaikan masalah di luar jalur hukum formal, tentu saja memegang peranan penting.

Hal penting lain yang perlu menjadi perhatian adalah upaya pencegahan agar permasalahan serupa tidak terjadi lagi. Untuk itu, bersamaan dengan tugas-tugas dinas maupun profesional, Direktorat ini aktif memberikan pelayanan kepada para member di beberapa TDA Wilayah, seperti Bandung,  Bekasi, Jakarta Selatan, Semarang, Jogyakarta, Surabaya, Solo, Serang, Bogor Raya, Pekan Baru, Palembang, Lampung, Batam, Makassar, Banjarmasin, Balik Papan, Samarinda, Bali, Mataram dan Ternate, terkait dengan pola-pola investasi abal-abal dan menyuarakan gerakan ‘back to lapak’.

Kini saatnya mengembalikan amanah yang sudah diemban selama dua terakhir. Ada hasil kerja. Silakan dinilai. Ada yang suka. Ada yang tidak suka. Itu memang lagu keseharian. Terima kasih atas segala perhatian. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga Allah ridha.

Zainal Abidin
Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA
Rektor Institut Kemandirian Dompet Dhuafa

Sebarkan berita baik ini