Sebarkan berita baik ini

Rapat persiapan PWSalah satu syarat jadi pengusaha tangguh adalah punya nyali dan tabah menjalani proses. Sering kita temui seseorang yang baru buka bisnis dalam hitungan minggu atau bulan atau kurang dari setahun harus sudah menutup bisnisnya dengan alasan ‘saya tidak cocok di bisnis ini’.

Tentang nyali, bisa saya ambil contoh manajemen stok barang, demi alasan efisiensi dan kekurangan dana biasanya stok barang dibatasi hanya untuk sekian minggu atau bulan padahal sebetulnya potensinya bisa sangat besar. Semua hal di atas ujung-ujungnya adalah soal keberanian, seberapa besar nyali kita berani menerima tantangan itu.

Nyali perlu dilatih, salah satu caranya adalah selalu melebihkan 1-2 tingkat dari kemampuan yang ada saat ini. Contoh, misal saat ini kita hanya sanggup berlari 5 putaran maka di tes saja lari 8 putaran dan dilihat sampai seberapa putaran kita kuat menjalaninya. Pemaksaan terhadap diri sendiri juga boleh dicoba, paksa terus dengan selalu memotivasi diri PASTI BISA dan HARUS BISA seperti tagline yang tertulis di seragam Pesta Wirausaha Nasional kemarin.

Jika nyali sudah ada, tinggal kita harus tabah menjalani proses, kita harus tabah sampai akhir. Jika dalam kondisi tertentu kita sudah down maka kata-kata mujarab yang bisa membantu menaikkan semangat saya antara lain  adalah ‘Tuhan akan memberi cobaan kepada hambaNYA sesuai dengan batas kemampuannya’, ‘Setiap ada kesulitan selalu didampingi dengan berjuta jawaban’, ‘Setiap perbuatan baik selalu ada balasannya’. Dan kata kata tersebut cukup membantu.

Berikut cerita saya dalam rangka mempersiapkan Pesta Wirausaha (PW) TDA Bekasi , teman-teman pejuang (teman teman anggota TDA Bekasi yang bersedia menjadi sukarelawan panitia PW Bekasi 2013), sampai artikel ini ditulis, mereka semua masih sering mengadakan rapat offline dan online, antara lain di whatsapp grup chatting.

Mereka melakukan ini semua dengan serius meskipun para pejuang sukarelawan tsb berkewajiban membayar uang tiket masuk PW itu di muka. Hal itu dilakukan untuk menjaga perputaran uang kas. Mereka harus keluar uang terlebih dahulu, dan masih harus menghadapi risiko komplain dari peserta nantinya. Mereka harus rela meninggalkan kenyamanan berkumpul dengan keluarga demi hadir di rapat rapat maraton panitia.

Melihat situasi ini, saya merasakan aura beberapa tahun yang lalu sewaktu TDA Bekasi mengadakan acara Festival Wirausaha Bekasi (FWB) yang setiap tahun selalu diadakan. Semua member berkumpul, semua member serius mengerjakan tugasnya dan semua member saling berargumen sesuai dengan keyakinannya demi memajukan jalannya acara dan terbukti acara bisa berjalan dengan sukses (sukses peserta, sukses acara, sukses dana).

Dan hasilnya bagaimana dengan nasib para panitia FWB saat ini? Bisnis mereka masing-masing sudah melejit dan mungkin melebihi espektasi saat itu. Omzet melebihi biasanya dan kesempatan pengembangan bisnis terbuka lebar sejalan dengan semakin dikenalnya mereka di lingkungan komunitas TDA dan di lingkungan pengusaha nasional.

Saya yakin, saat ini teman-teman pejuang PW TDA Bekasi yang sedang berjibaku pasti akan menuai hasil yang sama di kemudian hari asalkan mereka semua tetap tabah menjalani proses sampai akhir.

Orang sukses selalu meninggalkan jejak dan jejak inilah yang ditinggalkan oleh teman-teman panitia Festival Wirausaha Bekasi (FWB) tahun lalu.

 

Rawi Wahyudiono
http://prakom.com
http://tahitiannoniasli.com

 


Sebarkan berita baik ini