Sebarkan berita baik ini

young spirit2Belakangan ini saya punya tontonan televisi favorit di BBC Knowledge, judulnya Million Dollar Intern. Program ini berisi kisah para pebisnis yang sudah nyaris putus asa karena bisnis mereka yg tidak berjalan dengan baik, bahkan bisnis yang dahulu berjaya, akhirnya terus mengalami penurunan dan ditinggalkan pelanggan. Dari beberapa seri yang saya tonton, semua pemilik bisnis yang nyaris bangkrut ini sudah berumur cukup senior, yakni sekitar 45 tahun keatas.

Kemudian untuk membantu mengatasi masalah mereka, maka sang pemilik bisnis mengundang seorang pengusaha muda sukses, dengan umur 20-an tahun untuk jadi mentor dalam membantu melejitkan bisnisnya.  Pada awalnya sang mentor secara diam-diam magang dan berbaur dengan karyawan, dan selanjutnya setelah dalam dua harian memahami langsung kelemahan di lapangan, maka akhirnya mentor dan pemilik bisnis, membuka rahasia bahwa anak magang ini sebenarnya adalah pebisnis muda sukses yang akan membantu membuat bisnis mereka lebih maju. Dan seluruh anggota tim dalam perusahaan akan mengikuti arahannya.

Dari pengamatan dan pendalaman sang mentor ‘millionaire’ muda, maka disarankan banyak perubahan dan tindakan yang harus dilakukan, bahkan cukup ekstrim.

Beberapa hal utama yang dilakukan adalah dalam 3 faktor penting:

1. Sang pemilik bisnis
Pemilik sekarang harus bisa tampil semangat, lebih aktif, terbuka dan memimpin perubahan. Berbeda dengan kondisi sebelumnya, dimana sang owner yang pasif dalam kebingungan, antara keinginan berada dalam zona nyaman tetapi melihat kenyataan perahu bisnisnya akan tenggelam. Menggerakkan pebisnis senior dari zona nyamannya dan kembali ‘berjuang’, memang tidak mudah, tapi mutlak diperlukan.

2. Karyawan
Model bisnis lama dengan karyawan pasif, dibuat lebih aktif dan partisipatif, terutama dalam turut memahami persoalan perusahaan dan aktif muncul dalam memberikan solusi dan bertindak.

Bahkan karyawan yang tadinya hanya dibalik meja, melayani atau produksi, dituntut ikut turun dalam mendekor ulang outlet, bahkan turun ke jalan untuk promosi menyebar brosur, demo produk, dan berinteraksi langsung dengan calon konsumen.

3. Re-Branding dan Re-Selling
Karena usaha para senior ini dahulunya pernah sukses dan punya banyak pelanggan, namun akhirnya ditinggal pelanggan, adalah karena lambat laun mereka menjadi usang dan tidak mengikuti perubahan zaman. Generasi muda sebagai pembeli potensial juga enggan untuk membeli produk ataupun datang ke outlet mereka.

Banyak yang dilakukan, seperti perubahan logo, kemasan, desain layout yang lebih menarik mata dan display yang membuat orang tergerak untuk masuk ke outlet mereka, bahkan ada yang menonjolkan daya tarik untuk anak-anak.

Produk dengan sejarah masa lalu dan terkait dengan perkembangan kota di mana bisnis berada dimunculkan dan disampaikan ke masyarakat dalam cerita brosur maupun foto-foto yang dipajang di outlet. Melakukan even-even khusus untuk terus menarik masyarakat mendatangi outlet, mencoba dan membeli produk kita.

Akhirnya setelah semua dilakukan, dan dievaluasi, saran-saran dari para jutawan dollar muda ini, terbukti membuahkan hasil kenaikan pada penjualan, bahkan ada yang puluhan persen dalam beberapa bulan saja.

Saya pribadi menyimpulkan bahwa kita sebagai pebisnis, usia boleh bertambah, tetapi semangat harus dipertahankan terus muda. Tidak merasa matang, sehingga bisa mudah belajar dan menerima masukan baru, untuk membuat bisnis terus ‘up todate’. Karena ibarat buah, kalau sudah matang, fase berikutnya adalah membusuk.

Akhirnya tulisan ini saya tutup dengan kutipan menarik yang saya ambil dari cover buku The Honda Way, yang pernah di sampaikan oleh Soichiro Honda sang maestro bisnis, yaitu:

“Masyarakat penuh dengan orang-orang tua yang bodoh. Saya percaya ketika orang-orang beranjak tua, mereka harus mundur secepatnya. Dulu yang mudalah yang dipandang kurang bijak. Sekarang situasinya terbalik. Orang-orang tua tidak bisa mengimbangi perubahan masyarakat modern yang begitu cepat”

Mustofa Romdloni
MR Corporation
Author of Sederhana Tapi Dahsyat
Twitter @tofazenith


Sebarkan berita baik ini