Sebarkan berita baik ini

Sosok Hendra W. saputro merupakan seorang pebisnis kuliner asal Denpasar, Bali. Dalam Beliau menjelaskan mengenai cara optimalisasi bisnis menggunakan digital platform. Saat ini telah ada lebih dari 50% orang telah menggunakan internet. Di Indonesia sendiri ada lebih dari 100 jt orang menggunakan internet. Dengan youtube sebagai sosial media teratas dalam pengaksesan internet. Selain itu, website yang sering dibuka oleh orang-orang adalah Google karena darisan orang-orang dapat mencari berbagai hal, seperti kebutuhan sehari-hari, informasi, dan pelayanan. Di Indonesia sendiri rata-rata orang menggunakan hamper 8 jam dalam sehari untuk mengakses internet, dengan persentase 74% orang-orang menggunakan internet di daerah perkotaan dan 61% orang-orang menggunakan internet di pedesaan. Jika dirinci lebih detail, 44% orang-orang menggunakan handphone untuk mengakses internet, 5% menggunakan perangkat elektronik yang lain seperti PC, laptop dan sebagainya, dan sebanyak 35% yang menggunakan keduanya. Jika di total ada sekitar lebih dari 70% orang-orang mengakses internet dari layar handphone atau tablet. Oleh karena itu, hal wajib yang perlu diperhatikan dalam memasarkan produk adalah harus dapat diakses mealui handphone. Sebetulnya pada masa pandemik seperti ini, persentase orang mengakses internet naik menjadi 40%. Jadi akan sangat disayangkan jika kita tidak menggunakan internet dalam memasarkan produk bisnis kita. 

Selama pandemik, kita dituntut untuk berfikir kreatif dalam menjalankan bisnis agar terus berjalan. Sebagai contoh, bisnis catering yang dijalankan oleh Hendra pun mengalami penurunan secara signifikan dikarenakan hanya wisatawan asing yang datang ke Bali. Dari sana, beliau mencoba untuk meredefinisikan bisnisnya. Beliau mencoba untuk mengobservasi target market yang baru melalui dunia digital dan beliau tidak lagi menggunakan paket acara, tapi lebih fokus ke perorangan. Hal lain yang beliau rubah adalah menonjolkan hard selling dibandingkan dengan soft selling. Selain itu,  beliau membuat caption kontennya lebih to the point dan tidak basa basi. Contohnya “jual ayam geprek, buy one get one” tidak lagi menggunakan caption “ayam geprek lezat di daerah Denpasar, ada di sini …” beliau tidak lagi menggunakan format seperti itu. Inti yang beliau coba sampaikan adalah masa pandemik seperti ini bisnis kita tidak berjalan, namun cara berjualannya saja yang harus di rubah. Kita harus dapat meyakinkan orang-orang bahwa mereka perlu untuk membeli barang kita.

Kemudian bagaimana cara memaksimalkan aset digital kita? Hendra kemudian menjelaskan bahwa salah satu media sosial yang sering digunakan oleh orang-orang di Indonesia adalah Facebook. Kita harus bisa mem-brading dengan baik melalui Facebook, sebagai contohnya memasang cover di profil kita dengan produk bisnis kita, menambahkan profil tentang apa yang kita kerjakan, memposting tentang produk-produk kita, dan menggunakan fitur Facebook Business. Dari Facebook, kita dapat memanfaatkan lingkungan inti kita seperti, keluarga, teman, dan saudara. Sehinggga setidaknya jika produk kita belum terjual di lingkungan yang luas, produk kita sudah dikenal dan dijual di lingkungan sekitar kita. Minimal lingkungan kecil kita bisa mencover nya.

Dunia digital merupakan salah satu akses yang termudah dan termurah yang dapat digunakan untuk memasarkan produk kita. Jadi, di saat banyak orang melakukan cost efficiency, jangan memotong budget untuk marketing. Terlepas dari situ, jika telah memiliki website sendiri, usahakan untuk selalu mencantumkan profile bisnis karena para customer ingin mengetahui informasi yang mendalam mengenai bisnis kita. Jika kita tidak mempersiapkannya, akan susah bagi kita untuk mencari customer baru.

Kemudian jangan lupa untuk selalu mengupdate website dengan produk-produk baru, berita-berita interaktif, dan sebagainya. Google merupakan sarana favorite yang digunakan oleh banyak orang saat mengakses internet dan dari sana dapat menggunakan Google Bisnis untuk memasarkan bisnis kita. Terlepas dari biayanya yang gratis, kesempatan orang-orang untuk mengakses Google sangatlah tinggi. Selalu mengupdate website dan memilah kata-kata yang tepat agar menjadi trending di Google. Seperti contohnya, kalimat “catering di Denpasar” research terlebih dahulu topik dan kalimat seperti apa yang selalu muncul di Google. Kita dapat menggunakan bahan-bahan tersebut untuk meong-up bisnis di Google Business. Pada masa seperti ini, jangan hanya membranding produk dari akun bisnis, gunakan juga akun pribadi untuk marketing dan branding. 

Jika bisa memaksimalkan fitur Google Bisnis dengan cara diatas, bisnis yang kita miliki akan masuk dan ditampilkan ke dalam sistem pencarian Google. Jika hal tersebut sudah dilakukan, potensi orang-orang untuk mengunjungi website kalian akan tinggi. Namun, jangan lupakan sosial media Youtube sebagai salah satu sarana marketing kalian. Kita dapat membuat thumbnail yang menarik agar video kita dapat menjual. Cara lainnya, adalah dengan berkolaborasi dengan artis lokal maupun selebgram. Kita juga dapat menggunakan Linkedin dan Pinterest. Buat profil semenarik mungkin di Linkedin dan upload foto-foto yang menarik di Pinterest.

Kemudian bagaimana caranya pengelolaan data base yang baik dan simpel? Perlu diperhatikan bahwa data base sangatlah penting. Inti dari data base adalah bagaimana kita bisa tetap mengomunikasikan dengan pembeli. Kita dapat menggunakan email atau Whatsapp dari sana. Dalam penyimpanan datanya dapat menggunakan beberapa aplikasi bantuan software management. Intinya kita harus bisa mengomunikasikan dengan baik dengan customer.

“Go online or go away”


Sebarkan berita baik ini