Sebarkan berita baik ini

broadcast

Beberapa tahun belakangan muncul fenomena pengiriman berita dengan cara broadcast, memanfaatkan teknologi berbiaya murah bahkan cenderung gratis via BlackBerry Messenger atau WhatsApp maupun sosial media. Awalnya, yang dikirim adalah berita-berita benar atau tulisan yang bermanfaat. Seiring berjalannya waktu, broadcast juga ditunggangi berita bohong, dan atau fitnah yang seringkali membuat orang atau lembaga yang disebut dalam tulisan itu merasa dirugikan.

Sosial media memungkinkan menyebarnya informasi ke banyak orang dengan cara yang sangat cepat. Nyaris seperti proses membelah dirinya bakteri atau amuba, yang lazim disebut sebagai efek viral. Mohon diingat. Dunia tak cuma berisi orang-orang baik berhati malaikat. Ada juga yang suka iseng, yang dengan berbagai alasan membuat berita bohong, mengaitkannya dengan seaeorang atau suatu lembaga, lengkap dengan alamat yang bisa dihubungi.

Terbayang apa yang akan terjadi, ketika berita seperti itu tersebar melalui sosial media? Akan ada orang atau lembaga yang harus menjawab kontak untuk suatu berita yang tidak dibuatnya. Kawan saya yang bekerja di sebuah RS swasta, pernah menerima ribuan kontak telepon yang menanyakan berita layanan pengobatan gratis di RS tsb, yang dibuat oleh orang iseng tak bertanggung-jawab.

Niat yang baik, jika dilakukan dengan cara yang tidak benar maka hasilnya tidak akan baik” merupakan salah satu prinsip orang tua yang saya selalu pegang dari dulu.

Mungkin banyak orang tergerak menyebarkan berita seperti itu dengan niat yang baik. Ikhlas karena Allah, untuk membantu yang membutuhkan. Tapi dampak dari niat baik itu menyusahkan seseorang atau suatu lembaga, karena harus menjawab kontak atau menolak orang yang butuh layanan RS gratis yang ‘termakan’ berita bohong itu.

Kalau itu terjadi hanya sekali, semoga Allah menghargai niat baik itu. Tapi kalau hal yang sama dilakukan, menyebarkan berita yang tidak terkonfirmasi atas nama niat naik, tentu saja tidak ada nilai kebaikannya. Ada perumpamaan bahwa keledai tak mau terperosok dalam lubang yang sama.

Jadi pada akhirnya saya yakin dengan prinsip “Niat baik harus dilakukan dengan cara-cara yang benar.” Sisihkan sedikit waktu untuk melakukan verifikasi kebenaran berita. Jika tak ada pencantuman alamat atau nomor telepon, gunakan logika. Bagaimana dengan Anda?

Zainal Abidin
Rektor Institut Kemandirian DompetDhuafa
Direktur Pengawasan dan Kepatuhan TDA
HeadMaster SekolahMonyet.com


Sebarkan berita baik ini