Sebarkan berita baik ini

Fauzi Rachmanto

Fauzi Rachmanto
Presiden TDA

Perbedaan adalah sebuah kepastian. Karenanya, pemimpin harus mampu mengelola perbedaan. Bukan meniadakan, bukan menghindari, bukan membiarkan secara pasif, namun mengelola perbedaan. Sehingga keanekaragaman bisa hadir bersama. Seperti nada-nada yang membentuk harmoni yang indah didengar. Atau warna-warna yang menyusun komposisi lukisan yang sedap dipandang.

Ketika minggu lalu berkunjung ke Cairo, hal pertama yang saya perhatikan adalah komposisi bangunan tempat tinggal di kota bersejarah tersebut. Umumnya bentuknya seragam: kotak-kotak, dengan satu warna: kecoklatan. Keseragaman warna dan bentuk tersebut konon menyesuaikan dengan kehidupan di gurun.

Bagi saya yang terbiasa melihat aneka bentuk dan warna-warni yang hadir di deretan perumahan dan perkantoran di Indonesia, format seragam demikian jadi membosankan. Begitu sampai di Indonesia, melihat aneka warna mulai dari hamparan kehijauan, kecoklatan, kuning, merah, biru, dengan berbagai nuansa nya, saya nyaris berteriak: Indonesia yang warna-warni ini indah!

Di lingkungan yang serba seragam, memang mudah untuk menciptakan keteraturan. Namun juga ada kekurangan. Jika ada yang berbeda akan langsung terlihat. Dan risiko bagi yang berbeda adalah bisa dianggap bukan bagian dari yang banyak.

Pada dasarnya manusia menghindari situasi dianggap berbeda dan perasaan disingkirkan. Maka dalam keseragaman yang ekstrim, kita akan sulit bertumbuh. Sejarah dibangun oleh mereka yang pada jaman nya dianggap anomali. Mereka yang berani melakukan dengan cara yang berbeda dari kebanyakan.

Maka pemimpin selayaknya tidak akan bersikap mengabaikan perbedaan, atau berpura-pura tidak ada perbedaan. Karena sikap yang demikian mengingkari kenyataan. Tidak juga mengakui adanya perbedaan namun bersikap pasif membiarkan perbedaan saling berbenturan, karena perbedaan yang problematik, justru akan berkembang menjadi konflik.

Pemimpin yang bijak mengakui ada perbedaan, namun juga tidak membiarkan perbedaan berkembang menjadi benturan. Dia akan secara aktif mencari hal positif dari setiap sisi perbedaan, dan menjadi jembatan bagi persamaan-persamaan. Sehingga, yang dipimpin akan mampu mengoptimalkan potensi diri dengan menampilkan warna sejatinya.

 

 

Fauzi Rachmanto

@fauzirachmanto

 


Sebarkan berita baik ini